Header Ads

Ad Home

Loading...

Petugas TransJakarta Laporkan Insiden Dewi Persik ke Polda Metro

Petugas TransJakarta Laporkan Insiden Dewi Persik ke Polda Metro
PublikRI - Seorang petugas TransJakarta bernama Harry Maulana Saputra melapor ke Polda Metro Jaya terkait adanya dugaan ancaman kekerasan, melawan petugas, dan fitnah yang menimpa dirinya. Laporan itu termuat dalam nomor LP/5891/XII/2017/PMJ/Dit Reskrimum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan laporan tersebut. Namun untuk pihak terlapor, Argo menyebut masih dalam tahap penyelidikan. "Terlapor masih dalam lidik," ujar Argo saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Minggu (3/12).

Masih merujuk laporan, selanjutnya Harry mendekati penumpang dan menyarankan agar tidak melewati Busway. Namun, saat itu pengemudi tetap ingin masuk Busway dan mengatakan sudah biasa melewati jalur tersebut. 

Pun sudah bernegosiasi untuk tidak melewati Busway, namun sebelum pergi, pengemudi sempat mengeluarkan kalimat bernada ancaman ke Harry. "Pengemudi mengeluarkan kalimat ancaman ke pelapor bahwa nanti akan datang orang-orang suruhan dan yang biasa mengawalnya menemui pelapor. Atas kejadian tersebut pelapor merasa dirugikan,".

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membantah alasan yang dilontarkan Dewi Persik saat menerobos masuk Busway lantaran ingin mengantarkan asistennya ke rumah sakit. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Panggara, menyebutkan dalam mobil tersebut hanya ada dua orang.

"Kalau saya dapat informasi, itu di dalam cuman ada dua orang, DP dan drivernya," ujar Halim, Selasa (28/11).

Halim juga menambahkan berdasarkan keterangan petugas TransJakarta di lapangan, Angga sempat melontarkan kata-kata kasar kepada petugas yang melarangnya untuk masuk Busway itu. "Iya kasarnya kasar, ya kasarlah bahasa-bahasa binatang terucap juga," ujar Halim. 

Sementara saat dikonfirmasi, pihak Dewi membantah bahwa suaminnya sempat melontarkan kata-kata kasar kepada petugas portal tersebut. Ia bersama dengan pengacaranya meminta pihak TransJakarta untuk dapat membuktikan apabila Angga memang mengeluarkan kata-kata kasar kepada pegawainya. [kmp]

Diberdayakan oleh Blogger.